Gambaran Umum Wilayah

KINERJA EKONOMI KABUPATEN SIAK 5 TAHUN TERAKHIR

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten 5 tahun terakhir

Pertumbuhan (Growth) ekonomi Kabupaten Siak dari tahun 2008 dan tahun 2012 adalah sebesar 1.091.943,63. Perubahan itu secara umum memiliki persentase yang hampir sama (walaupun lebih besar sedikit) dengan pertumbuhan ekonomi nasional dalam periode yang sama.

Nilai differential shift (Sd) Kabupaten Siak adalah sebesar 282.893,29 yang menunjukkan bahwa sektor-sektor ekonomi di Siak secara umum mengalami kemajuan dibandingkan dengan propinsi. Sektor-sektor yang mampu mengungguli daerah lain dalam peranannya terhadap perekonomian propinsi adalah sektor industri pengolahan dan sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Struktur Ekonomi 5 tahun terakhir

Pada tahun 2008, sektor industri pengolahan menyumbang PDRB terbesar kabupaten Siak yakni sebesar 59,80% atau sebesar 9,82 triliun. Sektor kedua penyumbang PDRB terbesar adalah sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yakni sebesar 30,42% atau sebesar 4,99 triliun. Sementara itu sektor penyumbang PDRB terkecil adalah sektor listrik, gas dan air bersih yakni sebesar 0,04% atau sebesar 7,25 milyar.

Pada tahun 2009, sektor industri pengolahan menyumbang PDRB terbesar kabupaten Siak yakni sebesar 58,30% atau sebesar 11,08 triliun. Sektor kedua penyumbang PDRB terbesar adalah sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yakni sebesar 30,50% atau sebesar 5,80 triliun. Sementara itu sektor penyumbang PDRB terkecil adalah sektor listrik, gas dan air bersih yakni sebesar 0,05% atau sebesar 8,82 milyar.

Pada tahun 2010, sektor industri pengolahan menyumbang PDRB terbesar kabupaten Siak yakni sebesar 56,30% atau sebesar 12,44 triliun. Sektor kedua penyumbang PDRB terbesar adalah sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yakni sebesar 31,22% atau sebesar 6,90 triliun. Sementara itu sektor penyumbang PDRB terkecil adalah sektor listrik, gas dan air bersih yakni sebesar 0,05% atau sebesar 10,8 milyar.

Pada tahun 2011, sektor industri pengolahan menyumbang PDRB terbesar kabupaten Siak yakni sebesar 54,74% atau sebesar 14,21 triliun. Sektor kedua penyumbang PDRB terbesar adalah sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yakni sebesar 31,64% atau sebesar 8,22 triliun. Sementara itu sektor penyumbang PDRB terkecil adalah sektor listrik, gas dan air bersih yakni sebesar 0,05% atau sebesar 13,41 milyar.

Pada tahun 2012, sektor industri pengolahan menyumbang PDRB terbesar kabupaten Siak yakni sebesar 53,80% atau sebesar 16,22 triliun. Sektor kedua penyumbang PDRB terbesar adalah sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yakni sebesar 31,09% atau sebesar 9,37 triliun. Sementara itu sektor penyumbang PDRB terkecil adalah sektor listrik, gas dan air bersih yakni sebesar 0,06% atau sebesar 16,72 milyar.

PDRB Perkapita Kabupaten Siak 5 tahun terakhir

Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.

PDRB Perkapita Kabupaten Siak selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2008 adalah sebesar 47,12 juta. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2009 adalah sebesar 52,37 juta atau meningkat sebesar 11,13% dari tahun 2008. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2010 meningkat menjadi  sebesar 58,66 juta atau meningkat sebesar 12,03% dari tahun 2009. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2011 meningkat menjadi  sebesar 65,52 juta atau meningkat sebesar 13,39% dari tahun 2010. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2012 kembali meningkat menjadi  sebesar 74,27 juta atau meningkat sebesar 11,66% dari tahun 2011.

Sementara itu PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga konstan/ riil (setelah dikurangi inflasi) tahun 2008 adalah sebesar 9,51 juta. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2009 adalah sebesar 9,79 juta atau meningkat sebesar 2,86% dari tahun 2008. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2010 meningkat menjadi  sebesar 10,12 juta atau meningkat sebesar 3,44% dari tahun 2009. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2011 meningkat menjadi  sebesar 10,50 juta atau meningkat sebesar 3,71% dari tahun 2010. PDRB Perkapita penduduk Kabupaten Siak atas dasar harga berlaku tahun 2012 kembali meningkat menjadi  sebesar 10,86  juta atau meningkat sebesar 3,43% dari tahun 2011.

KETENAGAKERJAAN

Penduduk Usia Produktif

Penduduk usia produktif di Kabupaten Siak berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 adalah berjumlah 235.148 jiwa. Persentase penduduk usia produktif pertama terbesar di Kabupaten Siak berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 adalah penduduk berumur 25-29 tahun sebesar 15,78%. Persentase penduduk usia produktif kedua terbesar di Kabupaten Siak berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 adalah penduduk berumur 30-34 tahun sebesar 15,76%. Persentase penduduk usia produktif ketiga terbesar di Kabupaten Siak berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 adalah penduduk berumur 20-24 tahun sebesar 13,28%.

Penduduk Usia Produktif Kabupaten Siak Tahun 2010

No Kelompok Umur Warga Negara Indonesia Warga Negara Asing Tidak Ditanyakan Warga Negara Indonesia + Asing Persentase Warga Negara Indonesia
1 30-34 37.070 1 147 37.218 15,76
2 25-29 37.112 0 538 37.650 15,78
3 15-19 30.859 0 101 30.960 13,12
4 20-24 31.218 0 497 31.715 13,28
5 35-39 33.118 0 72 33.190 14,08
6 40-44 26.403 3 49 26.455 11,23
7 45-49 17.004 1 18 17.023 7,23
8 50-54 10.987 1 15 11.003 4,67
9 55-59 7.243 0 12 7.255 3,08
10 60-64 4.134 0 2 4.136 1,76

Sumber: Data Sensus Penduduk 2010 - Badan Pusat Statistik Republik Indonesia

Rasio Penduduk dengan Tingkat Pendidikan

Data statistik penduduk 5 tahun keatas dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa penduduk yang tamat SLTA memiliki persentase tertinggi yakni sebesar 20,88%. Penduduk yang tidak / belum tamat sekolah dasar memiliki persentase kedua tertinggi yakni 20,38%. Sedangkan penduduk yang tamat sekolah dasar memiliki persentase ketiga tertinggi yakni 19,41%.

Penduduk Berumur 5 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Dan Jenis Kelamin, 2012

No Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Laki-laku Perempuan Jumlah Rasio Dibanding Jumlah Penduduk
1 Tidak / Belum Tamat SD 48.274 47.924 96.198 20,38
2 Sekolah Dasar 44.801 46.818 91.619 19,41
3 Smtp (Umum Dan Kejuruan) 40.428 38.906 79.334 16,81
4 SMTA (Umum Dan Kejuruan) 61.319 37.219 98.538 20,88
5 Diploma ,S1, S2, S3 8.146 13.401 21.547 4,56
6 Jumlah Penduduk 246.672 225.356 472.028 100,00

Sumber: Kabupaten Siak Dalam Angka Tahun 2013

Indeks Pembangunan Manusia 5 tahun terakhir

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Siak pada tahun 2013 menempati ranking ke-3 setelah IPM Kota Pekanbaru dan IPM Kota Dumai dan berada diatas IPM rata-rata provinsi Riau yakni 77,46.

Indeks Pembangunan Manusia dan Peringkat Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Siak Tahun 2009-2013

No Kabupaten/Kota 2009 2010 2011 2012 2013 Peringkat
1 PEKANBARU 77,86 78,27 78,72 79,16 79,49 1,00
2 DUMAI 77,33 77,75 78,25 78,73 79,08 2,00
3 SIAK 76,05 76,46 76,92 77,27 77,58 3,00
4 INDRAGIRI HILIR 74,95 75,24 75,71 76,15 76,45 4,00
5 KAMPAR 74,14 74,43 75,18 75,54 75,18 6,00
6 INDRAGIRI HULU 73,89 74,18 74,54 74,90 75,15 7,00
7 KUANTAN SINGINGI 73,38 73,70 74,15 74,50 74,78 8,00
8 PELALAWAN 72,69 73,18 73,59 73,92 74,23 9,00
9 ROKAN HULU 72,29 72,66 73,10 73,62 73,96 10,00
10 ROKAN HILIR 71,98 72,43 72,83 73,17 73,47 11,00
11 BENGKALIS 74,64 75,11 75,53 75,86 76,17 5,00
12 RIAU 75,60 76,07 76,53 76,91 77,46 0,00

Sumber: BPS Provinsi Riau Tahun 2014

Dilihat dari perkembangan IPM Kabupaten Siak dari tahun ketahun selama 5 tahun terakhir juga mengalami pengingkatan. IPM kabupaten Siak pada tahun 2010 sebesar 76,56 atau meningkat dibanding tahun 2009 yang hanya 76,05. Pada tahun 2011 IPM Kabupaten Siak juga mengalami peningkatan yakni sebesar 76,92 atau meningkat dibanding tahun 2010 yang hanya 76,46. Demikian juga pada tahun 2012 dan 2013 IPM Kabupaten Siak terus meningkat yakni menjadi 77,27 pada tahun 2012 dan naik menjadi 77,58 pada tahun 2013. Bila kita bandingkan dengan rata-rata Provinsi Riau selamat 5 tahun terakhir ini, IPM Kabupaten Siak juga selalu berada diatas rata-rata Provinsi Riau. Sedangkan IPM Riau sendiri sejak 5 tahun terakhir ini selalu berada diatas rata-rata IPM Nasional.

Jumlah Pencari Kerja

Jumlah pencari di Kabupaten Siak berdasarkan berdasarkan rentang usia tahun 2012 adalah berjumlah 2.746 orang. Persentase pencari kerja pertama terbesar di Kabupaten Siak tahun 2012 adalah penduduk berumur 20-24 tahun sebesar 42,73%. Persentase pencari kerja kedua terbesar di Kabupaten Siak tahun 2012 adalah penduduk berumur 25-29 tahun sebesar 39,32%. Persentase pencari kerja ketiga terbesar di Kabupaten Siak tahun 2012 adalah penduduk berumur 30-34 tahun sebesar 10,78%.

Jumlah Pencari Kerja di Kabupaten Siak Berdasarkan Rentang Usia Tahun 2012

No Rentang Usia Pria Wanita Jumlah Persentase
1 15-19 Tahun 7 4 11 0,44
2 20-24 Tahun 655 403 1058 42,73
3 25-29 Tahun 566 410 976 39,42
4 30-34 Tahun 187 80 267 10,78
5 35-39 Tahun 81 19 100 4,04
6 40-44 Tahun 37 4 41 1,66
7 45 Tahun Keatas 19 4 0,93 1,66

Sumber: Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Siak Tahun 2014

Jumlah pencari di Kabupaten Siak berdasarkan berdasarkan rentang usia tahun 2013 adalah berjumlah 4.578 orang. Persentase pencari kerja pertama terbesar di Kabupaten Siak tahun 2013 adalah penduduk berumur 25-29 tahun sebesar 43,14%. Persentase pencari kerja kedua terbesar di Kabupaten Siak tahun 2013 adalah penduduk berumur 20-24 tahun sebesar 25,71%. Persentase pencari kerja ketiga terbesar di Kabupaten Siak tahun 2013 adalah penduduk berumur 30-34 tahun sebesar 22,59%.

Upah Minimum Regional 4 tahun terakhir

Perkembangan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Siak selama 4 tahun terakhir antara lain pada tahun 2010 UMK Siak adalah sebesar Rp. 1.045.000. Pada tahun 2011 UKM Siak sebesar 1.186.000 atau meningkat sebesar 13,49% dibanding dengan UMK Siak pada tahun 2010. Pada tahun 2012 UKM Siak sebesar 1.310.800 atau meningkat sebesar 10,52% dibanding dengan UMK Siak pada tahun 2011. Pada tahun 2013 UKM Siak sebesar 1.600.000 atau meningkat sebesar 22,06% dibanding dengan UMK Siak pada tahun 2012. Sedangkan Pada tahun 2014 UKM Siak sebesar 1.850.000 atau meningkat sebesar 15,63% dibanding dengan UMK Siak pada tahun 2013.

PROFIL TATA KELOLA PELAYANAN DAN PERIZINAN INVESTASI

Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan yang dilaksanakan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Siak selama Januari-Maret tahun 2014 menunjukkan bahwa dari 14 indikator pelayanan yang dinilai yakni

  1. Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan;
  2. Persyaratan Pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya;
  3. Kejelasan petugas pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan (nama, jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya);
  4. Kedisiplinan petugas pelayanan, yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku;
  5. Tanggung jawab petugas pelayanan, yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan;
  6. Kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan ketrampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan/ menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat;
  7. Kecepatan pelayanan, yaitu target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan;
  8. Keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu pelaksanaan pelayanan dengan tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani;
  9. Kesopanan dan keramahan petugas, yaitu sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati;
  10. Kewajaran biaya pelayanan, yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besamya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan;
  11. Kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan;
  12. Kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan;
  13. Kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi, dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan;
  14. Keamanan Pelayanan, yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkungan unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang digunakan, sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko‑resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayanan.

Menunjukkan hasil skor Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 82,08 dengan indeks sebesar 81,26. Dari hasil tersebut bahwa kinerja unit pelayanan pada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Siak berada dalam mutu pelayanan A dengan kategori sangat baik.

KONDISI INFRASTRUKTUR

Gambaran Infrastruktur Jalan di Kabupaten Siak

Secara keseluruhan jalan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Siak sangat baik. Hal ini akan sangat menunjang aktifitas ekonomi dan bisnis di Kabupaten Siak dimasa yang akan datang. Kondisi jalan utama penghubung antar desa di Kabupaten siak berdasarkan data Bina marga tahun 2013 yaitu :

Kondisi :

Baik                          : 960,119 Km

Sedang                    : 1538,30 Km

Rusak Ringan          : 328,612 Km

Rusak Berat             : 53,1545 Km

Daerah/ Desa yang sulit dilalui karena kondisi jalan :

  1. Desa Mandi angin (Kec. Minas)
  2. Desa Teluk lanus (kec. S.apit)
  3. Desa Tasik Betung,Lubuk umbut, muara bungkal, bencah umbai (kec.mandau)
  4. Desa belutu, sungai gondang, bekalar, pencing bekulo (kec.kandis)

Gambaran Infrastruktur Telekomunikasi di Kabupaten Siak

Pelayanan PT . Pos telah mencapai seluruh bagian wilayah di Kabupaten Siak. Sementara itu fasilitas pelayanan komunikasi telepon seluler, untuk semua operator GSM dan operator CDMA telah dapat menjangkau hampir keseluruh kecamatan yang ada di kabupaten Siak.

KONDISI SOSIAL BUDAYA

Sebagai pusat kerajaan melayu pada zaman dahulu, penduduk asli Kabupaten Siak adalah suku melayu. Suku melayu dikenal sebagai bangsa yang bersifat terbuka, ramah, menerima pendatang dengan suka cita. Orang-orang melayu adalah orang-orang yang hangat dalam bergaul. Mereka adalah orang-orang yang penuh ekspresi sehingga cepat akrab dengan pendatang baru.

Modal sosial (social capital) ini kemudian menyebabkan Kabupaten Siak banyak dijadikan kampung halaman baru bagi suku yang lainnya seperti suku jawa, batak, minang dan lain sebagainya. Kabupaten Siak kemudian berkembang menjadi pesat seperti saat ini. Masyarakat Melayu khususnya sangat dibentuk oleh adat istiadat yang disebarluaskan oleh kalangan Kerajaan dimana menurut Takari, 2013 norma-norma yang terdapat dalam adat telah melahirkan masyarakat yang tertib, aman, dan damai, yang menjaga integrasi dan konsistensi internalnya. Masyarakat adat ini mengutamakan kebersamaan, persatuan, dan kesatuan. Dalam masyarakat adat selalu diambil keputusan yang adil dan hakiki secara alamiah, seperti ungkapan adat: bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat. Sopan santun menurut budi bahasa, mereka yang suka merendah-rendah, mengutamakan harkat dan martabat, marwah, dan lain-lain.

Selain adat, menurut Takari 2013, maka budaya Melayu juga menyumbang integrasi kebudayaan di antara rumpun Melayu. Kebudayaan pada dasarnya berakar kepada sistem nilai yang dianut, diyakini, dihayati, dan dipraktikkan oleh masyarakatnya. Kebudayaan Melayu memiliki berbagai nilai, seperti keterbukaan (egaliter dan inklusif), kemajemukan, persebatian, tenggang rasa, kegotongroyongan, senasibsepenanggungan, malu, bertanggung jawab, adil, benar, berani, tabah, arif, bijaksana, musyawarah untuk mencapai mufakat, memanfaatkan waktu, berpandangan jauh ke depan, rajin dan tekun, amanah, menguasai ilmu pengetahuan, takwa kepada Tuhan, dan lain-lainnya.

Nilai-nilai luhur bangsa Melayu di Kabupaten Siak tersebut kemudian ditularkan kepada suku lain yang datang dan menetap di Kabupaten Siak. Hal ini terbukti dari hasil wawancara dengan Wakapolres Siak Arief Fajar Satria tentang resiko investasi di Kabupaten Siak. Menurut Wakapolres Siak, pada dasarnya sejauh ini tidak terdapat resiko sosial yang berarti yang membahayakan investor di Kabupaten Siak. Kalaupun selama ini ada konflik antara perusahaan dan masyarakat hal tersebut lebih pada tidak dijalankannya kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat dan konflik akibat polemik perbatasan. Menurut Wakapolres Siak dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Siak harus lebih proaktif untuk memperjelas persoalan perbatasan.

GAMBAR PROMOSI TOUR DE SIAK DAN EVENT PENTING LAINNYA