Peternakan dan Perikanan

Pengembangan Sapi Bali2

Arah Pengembangan

Peluang investasi disektor peternakan di Kabupaten Siak berupa pengembangan sapi bali untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging daging di Kabupaten Siak dan Kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Riau. Selain ini produk turunan dari pengembangbiakan sapi bali ini adalah kotoran ternak dan urin ternak.

Kondisi Eksisting

Di kecamatan Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Koto Gasib terdapat lahan bagi pengembangbiakan sapi bali dengan sistem SISKA (Sistem Intergrasi Sapi dan Kelapa Sawit). Di tiga kecamatan ini terdapat bakal lahan pengembangbiakan sapi bali seluas 48604 Ha. Menurut data dari Dinas Pertanian, perikanan dan perikanan Kabupaten Siak, produktifitas pengembangbiakan sapi bali ini mencapai 15% pertahun.

Analisa Pasar

Pada tahun 2013 Kabupaten Siak masih kekurangan sebanyak 2.382 ton daging sapi per tahun, dan baru mampu memenuhi kebutuhan sebanyak 16.022 ekor sapi potong. Daerah tujuan pasar terdekat bagi pemasaran daging sapi ini adalah Pasar Ternak Kerinci Kanan, Rumah potong Hewan Perawang. Rumah Potong Hewan yang ada di Perawang membutuhkan 21 ekors sapi/hari. Selain pasar lokal, daging sapi dapat pula dipasarkan di Pekanbaru. Pada tahun 2013 menurut Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru terutama saat ramadhan Peternak sapi lokal diperkirakan hanya mampu memenuhi 15 persen kebutuhan daging.

Selain dilihat dari peluang pemenuhan kebutuhan daging, limbah dari ternak sapi juga memiliki nilai ekonomi, baik urin serta kotoran lainnya. "Harga urin sapi setelah di olah Rp. 10.000/liter, kalau di jual sebelum di olah Rp. 1/liter. Sedangkan kotorannya bisa digunakan sebagai bio gas atau pupuk kompos dengan harga Rp.1200/kg Berat Kering

Pengembangan Ikan Nila

Arah Pengembangan

Budidaya ikan Nila merupakan peluang yang sangat menjanjikan menginggat permintaan pasar yang terus meningkat. Walaupun selama ini budidaya ikan Nila di Kabupaten Siak hanya baru bisa memenuhi kebutuhan kabupaten Siak saja. Apabila terus dikembangkan akan menjadi peluang untuk memenuhi konsumsi di luar Kabupaten Siak sendiri.

Budidaya ikan nila sebagai usaha bisnis masih sangat menjanjikan keuntungan mengingat tingkat konsumsi ikan air tawar yang tinggi. Harga bibit ikan nila memang tidak terlalu mahal namun, banyak dicari oleh peternak ikan. Cara budidaya nila bisa dibilang tidak terlalu sulit dan pakan ikan juga mudah ditemukan bahkan bisa dibuat sendiri pakan tambahan.

Di samping dibudidayakan, peluang investasi yang dapat dikembangkan dari produk turunan Ikan Nila adalah Ikan Nila Asap/Salai, kerupuk ikan, ikan asin dan abon ikan. Produk turunan ini akan mempertinggi nilai jual dari produk ikan Nila tersebut.

Kondisi Eksisting

Hampir semua kecamatan di Kabupaten Siak mengembangkan ikan Nila, dengan memanfaatkan luas lahan dari 1 ha sampai 16 ha (lahan terluas terdapat di kecamatan kerinci kanan). Berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kabupaten Siak Produktivitas Ikan Nila di Kecamatan-kecamatan tahun 2013 sebagai berikut Kerinci Kanan 25,21 Ton/tahun, Minas 20,18 Ton/Tahun, Tualang 43,02 Ton/Tahun, Nila 13,32 Ton/Tahun, Kandis 27,57 Ton/Tahun, Bungaraya 8,34 Ton/Tahun, Siak 2,41 Ton/Tahun, Koto Gasib 4,9 Ton/ Tahun, Menpura 3,14 Ton/Tahun, Sabak Auh 0.93 Ton/Tahun, Sei. Apit 2,70 Ton/Tahun, dan Pusako 2,06 Ton/ Tahun.

Analisa Pasar

Peluang bisnis budidaya bibit ikan nila untuk dijual kembali memang masih menjanjikan keuntungan. Mengingat banyaknya petani maupun peternak ikan yang ingin membudidayakan ikan air tawar ini karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Budidaya ikan nila dapat dipelihara pada kolam, danau, sungai yang berada di desa atau luar kota yang airnya bersih. Keuntungan dari budidaya nila adalah kemampuan untuk bereproduksi cukup tinggi. Antara 2-3 bulan dari bibit, ikan nila sudah dewasa dan dapat menghasilkan telur setiap bulan satu kali. Kondisi alam Kabupaten Siak sangat menjanjikan untuk bisnis budidaya bibit ikan nila ini.

Di samping dibudidayakan dan di jual dalam bentuk ikan mentah, produk turunan dari ikan nila ini berupa ikan Asap/Salai, Ikan Asin, Abon Ikan, kerupuk ikan dan rendang ikan dapat dipasarkan selain untuk konsumsi di Provinsi Riau juga dapat di ekspor ke beberapa negara tetangga, terutama Malaysia. Hal ini dikarenakan produk ikan Salai/Asap dari Provinsi Riau sudah dikenal di negara tersebut dan sering menjadi oleh-oleh dan souvenir bagi pelancong serta akses transportasi laut yang sangat mendukung.

Pengembangan Ikan Lele

Arah Pengembangan

Peluang investasi disektor perikanan di Kabupaten Siak berupa Budidaya ikan Lele untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Kabupaten Siak dan Kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Riau seperti Pelalawan dan Pekanbaru. Selain ini produk turunan dari ikan lele dapat dikembangkan dengan diversifikasi produk ikan lele menjadi berbagai produk lain yang bernilai jual lebih. Lele yang selama ini dikenal sebagai ikan budidaya bisa dikembangkan menjadi ikan asap/salai dan produk makanan seperti kerupuk lele, pepes lele, abon lele, lele biscuit, burger lele, bakpao lele, lele kremes, dan lele nugget.

Kondisi Eksisting

Budidaya ikan lele ini terdapat di seluruh kecamatan di kabupaten Siak. Produktivitas tertinggi terdapat di kecamatan Lubuk Dalam sebesar 156,30 Ton/tahun. Produktivitas pertahun ikan lele di kecamtan lain yaitu Kecamatan Kerinci Kanan 125,11 ton, Minas 11,71 ton, Tualang 137,81 ton, Dayun 15,74 ton, Dayun 15,74 ton, kandis 76,2 ton, Bungaraya 12,52 ton, Siak 3,36 Ton, Koto Gasib 7,99 Ton, Mempura 3,74 Ton, Sei. Mandau 2,64 Ton, Sabak Auh 5,9 ton, Sei Apit 2,00 ton/tahun dan lele 5,92 ton.

Analisa Pasar

Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang. Ikan lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi dan memiliki rasio pemberian pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Untuk membudidayakan ikan lele ini juga dapat dilakukan kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba.

Peluang investasi budidaya ikan lele ini sangat menjanjikan disamping permintaan yang terus meningkat pengelolaan budidaya ikan lele dianggap termasuk mudah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Benih lele yang berkualitas juga sangat menentukan keberhasilan budidaya ini, misalnya dengan membudidayakan Ikan Lele Sangkuriang.

Produk turunan yang dihasilkan dari ikan lele ini seperti ikan asap/salai dapat di eksport ke tetangga seperti Malaysia, dimana produk ini sangat diminati oleh masyarakat disana yang memiliki budaya dan kultur yang hampir sama dengan negara Indonesia.

Pengembangan Ikan Gurami

Arah Pengembangan

Ikan Gurami merupakan termasuk ikan yang memiliki harga jual relatif tinggi dan kompetitif. Peluang investasi disektor perikanan di Kabupaten Siak berupa Budidaya ikan gurami masih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Kabupaten Siak, hal ini dapat dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di luar Kabupaten Siak.

Ikan gurami memiliki tekstur daging yang legit, enak dan tebal, sangat memberi peluang untuk dikembangkan menjadi ikan asin, ikan Salai/Asap, Kerupuk Ikan, dan abon ikan, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Kondisi Eksisting

Komoditi Ikan Gurami ini terdapat di beberapa kecamatan di kabupaten Siak. Produktivitas komoditi ini di beberapa kecamatan berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kabupaten Siak adalah Kerinci Kanan 13,20 ton/tahun, Lubuk dalam 10,00 ton/tahun, Minas 3,69 ton/tahun, Tualang 25,59 ton/tahun, Dayun 8,15 ton/tahun, Kandis 12,95 ton/tahun, Bungaraya 1,31 ton/tahun, Siak 0,23 ton/tahun, Koto Gasib 1,95 ton/tahun, Mempura 0,05 ton/tahun dan Pusako 0,2 ton/tahun.

Analisa Pasar

Budi daya Ikan gurami ini merupakan budidaya ikan yang paling mudah cara perawatanya dan pemberian pakanyapun tidak mengeluarkan modal banyak seperti ikan yang lain dan harga jualnya yang tinggi . Tetapi ikan gurami ini tidak seperti ikan lain yang bisa di panen cepat,ikan gurami ini memang agak lama panenya tapi inilah peluang usaha investasi yang nyata dan terbukti hasilnya di samping sistem pemasarannya juga sangat mudah.

Pemilihan benih gurami yang baik menjadi penting, karena dengan benih ikan gurame yang baik maka ikan gurame akan tumbuh dan hidup dengan baik. Untuk itu dibutuhkan ketekunan dan keuletan untuk memulai usaha ini. Peluang investasi budidaya ikan Gurami ini sangat menjanjikan dengan pengelolaan yang baik.

Pengembangan Ikan Patin

Arah Pengembangan

Budidaya ikan patin merupakan bisnis yang memiliki prospek bagus, karena dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi karena selain sebagai sumber gizi ikan patin juga bisa bernilai jual sebagai ikan hias. Permintaan ikan patin yang terus meningkat memberikan peluang bisnis untuk menekuni usaha di bidang budidaya ikan patin ini. Dengan permintaan yang demikian meningkat jelas tidak mungkin mengandalkan tangkapan alam saja, tetapi perlu budidaya ikan patin secara lebih intensif.

Selain di budidayakan dan ikan mentah yang langsung dipasarkan, produk ikan patin dapat dikembangkan menjadi produk yang memilki nilai jual yang lebih tinggi dan tahan lama, seperti ikan Asap/Salai, dibuat kerupuk ikan, Ikan asin, Abon ikan dan rendang ikan patin.

Kondisi Eksisting

Budidaya ikan patin ini terdapat di beberapa kecamatan di kabupaten Siak. Produktivitas ikan Patin di beberapa kecamatan di Kabupaten Siak tahun 2013 antara lain Kerinci Kanan 22,26 ton/tahun, Minas 3,95 ton/tahun, Tualang 23,16 ton/tahun, Dayun 6,15 ton/tahun, Kandis 9,78 ton/tahun, Bungaraya 1,07 ton/tahun, Siak 1,61 ton/tahun, Koto Gasib 3,65 ton/tahun, Sabak Auh 0,62 ton/tahun dan Sungai Apit 0,35 ton/tahun.

Analisa Pasar

Peluang investasi budidaya ikan patin ini sangat menjanjikan dengan pengelolaan yang baik Ikan Patin termasuk ikan yang cepat besar sehingga untuk bibit yang secara teratur diberikan makan tambahan ketika mereka mencapai umur 6 bulan panjang badanya bisa mencapai 35 sampai 40 cm. ikan patin mulai dibudidayakan di kolam,keramba maupun bak dari semen. Agar proses pertumbuhan bibit lebih cepat lagi maka ikan patin lebih baik dibudidayakan di kolam dengan air yang mengalir secara teratur. Teknik budidaya ikan patin relatif mudah untuk dikembangkan.

Manfaat ikan patin bagi kesehatan ditandai dengan adanya kandungan yang lemak lebih rendah dibanding ikan jenis lain, terutama dua asam lemak esensial DHA yaitu kira-kira sebesar 4,74 % dan EPA yaitu kira-kira sebesar 0,31 %. Asam oleat adalah asam lemak tak jenuh tunggal yang paling banyak terkandung di dalam daging ikan patin yaitu sebesar 8,43%. Ikan patin sangat bagus untuk mencegah serta mengurangi terkena penyakit jantung koroner.

Peluang investasi dengan budidaya ikan patin ini dapat dikembangkan pada seluruh kecamatan di Kabupaten Siak. Produk ikan patin yang telah diawetkan secara alami melalui pengasapan dan penjemuran yang dikenal dengan ikan asap dan ikan asin menjadi peluang investasi yang dapat dipasarkan baik di Provinsi Riau dan di beberapa negara tetangga.

Pengembangan Ikan Bawal

Arah Pengembangan

Peluang investasi budidaya ikan Bawal di Kabupaten Siak merupakan salah satu investasi yang menjanjikan. Hal ini dikarenakan Ikan Bawal yang lezat dan gurih serta banyak diminati oleh masyarakat kita. Disamping dibudidayakan dan produk ikan mentah yang langsung dijual, produk ikan bawal bisa dikembangkan dan dapat mempertinggi nilai jual misalnya dibuati ikan Asap/Salai, ikan Asin, kerupuk ikan dan Abon ikan.

Kondisi Eksisting

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Siak, budidaya ikan Bawal ini sudah ada di Kecamatan Kerinci kanan 8,79, Minas 8,72 ton/tahun, Dayun 1,88 ton/tahun, Kandis 9,78 ton/tahun, dan Bungaraya 0,07 ton/tahun, walaupun produktivitas Ikan Bawal di Kabupaten Siak ini masih tergolong rendah rendah.

Analisa Pasar

Budidaya Ikan Bawal merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan, keuntungan yang diperoleh sepadan dengan kerja keras yang kita lakukan. Disamping belum banyaknya budidaya Ikan Bawal di Kabupaten Siak, ini menjadi suatu peluang.

Di samping di budidayakan, produk turunan dari Ikan mas ini berupa Ikan Asap/Salai, ikan Asin, Abon ikan dapat dipasarkan hingga ke negara Tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam, menginggat akses transportasi laut yang sangat mendukung.

Pengembangan Ikan Mas

Arah Pengembangan

Ikan mas merupakan jenis ikan air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai usaha. Selain untuk bisnis masakan, ikan mas juga sangat bagus untuk dbudidayakan. Ikan mas mempunyai cita rasa yang tinggi sehingga disukai banyak konsumen. Selain itu produk turunan yang dapat dikembangkan antara lain Ikan Asap/Salai, ikan Asin, kerupuk ikan dan Abon ikan.

Kondisi Eksisting

Budidaya ikan Mas ini terdapat di beberapa kecamatan di kabupaten Siak. Produktivitas ikan mas di Kabupaten Siak berdasarkan data dari Dinas perikanan adalah Kerinci Kanan 17,13 ton/tahun, Minas 1,66 ton/tahun, Tualang 4,55 ton/tahun, Dayun 4,75 ton/tahun, Kandis 3,33 ton/tahun, Bungaraya 1,5 ton/tahun, dan Koto Gasib 0,75 ton/tahun.

Analisa Pasar

Peluang investasi budidaya Ikan mas di seluruh kecamatan di Kabupaten Siak sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Hal ini dikarenakan pemeliharaan ikan mas terutama pembesarannya tidak sesulit yang dibayangkan orang. Pembesaran ikan mas tidak harus memerlukan lahan yang luas dan air yang melimpah, di pekarangan yang relatif sempitpun bisa membudidayakannya. Tingkat pertumbuhan yang cepat merupakan salah satu keunggulan dari ikan ini, sehingga layak untuk dibudidayakan

Produk turunan dari Ikan mas ini berupa Ikan Asap/Salai, ikan Asin, Abon ikan tidak hanya dapat dipasarkan di kabupaten Siak dan Provinsi Riau saja, tapi juga dapat dipasarkan ke negara Tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Brunei Darussalam, menginggat akses transportasi laut yang sangat mendukung disamping produk tersebut sangat diminati oleh penduduk di negara tetangga tersebut.

GAMBAR PROMOSI TOUR DE SIAK DAN EVENT PENTING LAINNYA